Selasa, 01 Juni 2010

JENIS TANAMAN YANG BISA DITANAM DALAM POT

1. Tanaman Hias

Banyak sekali jenis tanaman hias yang bisa di tanam dalam pot. Biasanya pemilihan jenis tanaman ini didasarkan pada selera pribadi dan manfaat tanaman tersebut. Selain karena indahnya banyak tanaman hias ini yang memiki khasiat obat.

Beberapa jenis tanaman hias yang umum atau sering ditanam dalam pot dan memiliki khasiat obat tradisional antara lain :

- Kenanga - Lombok Hias

- Tapak dara - Pacar Cina

- Lidah Buaya - Pacar Kuku

2. Sayur-sayuran

Berbagai jenis sayuran bisa kita tanam dalam pot. Sayuran ini ada yang merambat dan tidak. Tanaman yang merambat agak jarang ditanam dalam pot karena tanaman jenis ini memerlukan ajir. Jenis tanaman sayuran yang kita tanam dalam pot ini kita sesuaikan dengan kebutuhan kita sehari- hari..

Berbagai jenis sayuran yang umum di dtanam dala pot antara lain :

- Cabe rawit - Cabe Besar

- Terong - Seledri

- Tomat - Katu

- Kemangi - Kenikir

3. Buah-buahan

Tidak semua buah-buahan dapat kita tanam dalam pot. Buah yang bisa ditanam dalam pot adalah buah yang pertumbuhannya tidak terlalu besar, biasa merupakan hasil okulasi atau cangkokan.

Beberapa tanaman buah-buahan yang umum ditanam dalam pot, diantaranya :

- Belimbing Manis - Kedondong

- Jeruk Cina - Sawo

- Belimbing Wuluh - Rambutan

4. Tanaman Obat-obatan (Toga)

Sebenarnya tanaman hias, sayuran, dan tanaman buah yang memiki khasiat obat juga tergolong atau termasuk tanaman obat-obatan, akan tetapi yang dimaksud tanaman obat disini biasanya tergolong pada tanaman rempah-rempah. Selain sebagai tanaman obat keluarga, tanaman rempah ini juga dimanfaatkan sebagai bumbu dapur.

Banyak sekali tanaman yang memiliki khasiat sebagai obat tradisional, dan tanaman ini hampir semua dapat ditanam dalam pot.

Beberapa jenis tanaman obat-obatan yang tergolong rempah-rempah diantaranya :

- Jahe - Kencur - Kunyit - Kunci - Kunyit Putih - Serai

- Temu lawak - Kunyit Hitam - Lengkuas

Beberapa jenis tanaman lain yang berkhasiat obat dan bisa di tanam dalam pot diantaranya :

- Kumis Kucing - Makuto Dewo - Sambiloto - Bunga Ungu

- Gingseng Merah - Daun Dewa

- Gingseng Hijau - Daun Ungu

- Gingseng Putih - Kacabeling

MACAM-MACAM POT

Berbagai macam jenis pot yang ada di pasaran saat ini. Pemilihan jenis pot ini disesuaikan dengan selera dan kemampuan kita untuk membeli dan disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan kita tanam. Tanaman dala pot ini dapat kita letakkan di dalam maupun diluar rumah.

Macam-macam pot tersebut antara lain :

1. Pot Tanah Liat

Kelebihan : mampu merembeskan air sehingga sirkulasi udara dan suhu di dalam pot akan stabil

Kekurangan : Mudah Pecah dan boros air sehinga harus sering menyiram

2. Porselin

Kelebihan : menarik, sehingga cocok diletakkan di ruang tamu.

Kekurangan :

- Mahal

- Tidak mampu merembeskan air

- Mudah Pecah

3. Plastik

Kelebihan :

- Harga relatif murah, menarik,

- Ringan tapi kuat sehingga tidak mudah pecah

Kekurangan :

- Tidak mampu merembeskan air

4. Semen

Kelebihan :

- Harga relatif murah, menarik,

- Kuat , tidak mudah pecah

- Mampu merembeskan air

Kekurangan :

- Berat

5. Pot Kayu dan Bambu

Kelebihan :

- Dapat dibuat sendri sesuai selera,

- Mampu merembeskan air

Kekurangan :

- Mudah lapuk shg tidak tahan lama

6. Pot dari Barang bekas

Kelebihan :

- Tidak memerlukan biaya,

- Dapat mengurangi sampah

Kekurangan :

- Perlu tenaga dan kemampuan membuatnya

Barang bekas yang dapat dijadikan pot antara lain:

- Ember - Kaleng - Panci

- Drum - Bungkus Rinso

- plastik minyak Isi Ulang

- Jerigen - Toples dan lain-lain

Untuk membuatnya cukup dengan melubangi bagian bawah barang tersebut lalu dibersihkan dan sudah bisa dijadikan pot.

PENANAMAN DALAM POT

Dalam penanaman dalam pot ini ada berbagai persiapan yang harus dilakukan, meliputi :

1. Memilih Pot

Pilihlahlah pot sesuai dengan jenis tanaman yang akan kita tanam. Apabila ukuran tanaman kita kecil pot yang kita pilih haruslah yang berkuran kecil dan apabila tanaman tadi berukuran besar maka pot yang kita gunakan juga harus besar. Yang pasti pemilihan pot ini kita tekankan pada segi kepraktisan dan efisiansi.

2. Mengisi Pot

Setelah kita tahu tentukan tanaman yang akan kita tanam dan juga jenis piot untuk tanaman tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengisi pot tersebut dengan media tanam.

Media yang baik untuk mengisi tanah dalam pot adalah campuran antara kompos atau pupuk kandang, tanah dengan perbandingan 1 : 1 atau kompos atau pupuk kandang, tanah dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau sesuai kebutuhan tanaman.

Tanah yang sudah tercampur ini untuk selanjutnya dibersihkan dari kotoran yang ada, kemudian baru kita masukkan dalam pot . Pada saat memasukkan media ini lubang pot di bagian bawah kita tutup sedikit menggunakan pecahan genteng atau batu kecil agar tanah yang kita masukkan tidak lareut/masuk lewat lubang tersebut.

Pengisian pot ini cukup setengah atau dua pertiga nya saja tidak usah penuh

3. Bibit

Bibit untuk bercocok tanam dalam pot ini bisa berupa biji, semai okulasi, cangkokan stek atau umbi, tergantung pada jenis tanaman yang akan kita tanam.

4. Pelaksanaan Penanaman

- Apabila bibit berupa biji, maka cukup kita buat lubang kecil yang dangkal di tengah-tengah pot tersebut

- Bila bibit berupa semai maka tanah dalam kita lubangi agak dalam , baru setelah bibit kita letakkan kita uruk lagi dengan tanah baru.

- Kalau bibit berupa umbi, caranya sama dengan bibit hanya mata tunas yang paling besar kita letakkan di bagian atas

- Bila bibit berupa stek dan cangkok caranya sama, hanya saja kita harus mengusahakan bibit tadi tidak tergerak sebelum benar-benar tumbuh dengan baik

- Bila bibit berasal dari okulasi, enten atau penyusuan, maka akar tunggangnya kita potong terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam pot.

PERAWATAN TANAMAN DALAM POT

1. Meletakkan Pot

Meletakkan pot tidak boleh miring atau rapat dengan tanah. Apabila pot kita letakkan miring, maka pertumbuha tanaman akan terganggu dan miring, sedangkan bila kita letakkan rapat dengan tanah maka air siraman akan menggenang di bawahnya. Oleh karena iti apabila pot tidak berkaki perlu dibuat para-para atau di ganjal dengan batu/batu bata di bawah pot tersebut.

Apabila kita meletakkaan pot dalam ruangan, maka dibagian bawahnya harus diberi wadah untk menampung air sisa siraman. Saat ini banyak sekali dijual pot dengan tempat penampungan air di bawahnya.

2. Sinar matahari dan sinar lampu

Semua tanaman yang biasanya kita tanam dalam pot memerlukan sinar matahari, hanya intensitanya saja yang berbeda-beda. Oleh kerena itu pot harus dilekkan pada tempat yang dapan menerima cahaya matahari, atau kalau memang pot tersebut diletakkan dalam ruangan harus memperoleh penerangan dari lampu, dan sewaktu-waktu perlu dikeluarkan untuk memperoleh cahaya matahari.

3. Penyiraman dan Pemupukan

Seperti halnya keperluan tanaman akan sinar matahari, tanaman juga ada yang banyak memerlukan air dan ada pula yang sedikit, oleh karena itu penyiraman harus dilakukan sesuai kebutuhan tanaman. Akan tetapi secara umum tanaman disiram dua kali sehari pada pagi dan sore hari

Penyiraman dapat menggunakan gembor, gayung maupun dengan tangan, akan tetapi yang paling baik menggunakan gembor karena ini dapat meghindari tanah /media cepat padat.

Pemupukan dapat menggunakan pupuk organik maupun anorganik. Akan tetapi yang paling baik digunakan adalah pupuk organik (yang berasal dari alam)

4. Pemangkasan dan Pembentukan

Pada tanaman-tanaman terentu pemangkasan dan pembentukan ini diperlukan agar tanaman dalan pot ini tidak terlalu tinggi dan memiliki bentuk sesuai yang diinginkan

5. Pembongkaran dan penggantian tanah dalam Pot

Pembongkaran ini perlu kita lakukan, bila memang perakaran tanaman telah penuh dalam pot. Akar tanaman yang telah memenuhi pot akan menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Setelah tanaman tadi kita bongkar, selanjutnya kita isi dengan media yang baru dan tanaman kita tanam kembali setelah akarnya kita kurangi, atau dapat pula kita ganti pada pot yang lebih besar.

I. TABULAKAR

Penanaman tanaman dalam pekarangan relatif lebih mudah dibanding penanaman tanaman dalam pot. Jenisnya pun lebih beragam dibanding tabulapot. Pemilihan jenis ini akan lebih baik bila disesuaikan dengan lokasi penanaman. Pada Lokasi yang berada di belakang/ agak jauh dari rumah/tempat tinggal jenis tanamana yang ditanam dapat lebih beragam baik itu tanaman pangan, sayur maupun hortikultura akan tetapi untuk pekarangan disekeliling rumah (halaman) pemilihan jenis harus selektif dan mempertimbangkan berbagai hal agar tercipta halaman yang teduh, indah, rapi dan nyaman.

Setidaknya tanaman yang kita tanam di pekarangan memilki nilai :

- Keindahan

Bermanfaat, baik sebagai sayuran, buah maupun sebagai obat keluarga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar